- Back to Home »
- Harun yahya »
- The greatest Tissue : Around our Body (Indonesia language)
Posted by : Unknown
Wednesday, September 24, 2014
Pernahkah
kalian bertanya pada diri sendiri tentang hal-hal berikut ini?
- Apakah
saya harus bernafas sekarang?
- Cukupkah
darah yang dipompa oleh jantung saya?
- Sel dan
bagian tubuh saya yang manakah yang memerlukan energi dalam jumlah
banyak?
- Kapan
perut saya mulai mencerna makanan yang telah saya makan?
- Apakah
cahaya yang memasuki mata saya telah pas jumlahnya?
- Otot-otot
yang manakah yang harus saya kerutkan untuk menggerakkan tangan
saya?
Pertanyaan-pertanyaan
ini terdengar aneh, bukan? Ini karena kita tidak pernah bertanya pada
diri kita seperti itu. Bahkan, sebagian besar kita tidak pernah
menyadari terus berlangsungnya proses-proses yang disebutkan dalam
pertanyaan itu. Tubuh kita melakukan seluruh proses tersebut secara
otomatis. Dan tubuh kita menggunakan jaringan syaraf untuk
melakukannya. Jaringan ini terbentuk oleh persatuan triliunan sel
syaraf, yang bisa kalian lihat di halaman-halaman buku ini. Kita
dapat membandingkan jaringan syaraf ini, yang mencapai segala sudut
tubuh kita, dengan jalan raya, seperti yang terlihat di gambar.
Berkat jaringan ini, sel-sel di otak kita terhubung dengan sel otot
di kaki kita, dan seluruh sel tubuh berkomunikasi satu sama lain.
Akan tetapi, sistem syaraf kita memiliki sistem yang jauh lebih
terpadu dibandingkan berkilo-kilometer jalan raya, yang memiliki
banyak persimpangan dan jalan layang untuk kendaraan yang bergerak
pada arah berlawanan. Seperti kendaraan yang bergerak dari satu
tempat ke tempat lain di jalan raya, begitu pula halnya impuls-impuls
syaraf diantarkan di sepanjang jaringan syaraf pada tubuh kita.
Impuls-impuls ini membawa pesan-pesan dari satu bagian tubuh ke
bagian lainnya.
Impuls-impuls
ini bergerak di dalam tubuh jauh lebih cepat dibandingkan apa yang
kalian bayangkan. Sebuah denyutan (stimulus) listrik keluar dari otak
kalian, misalnya, ketika kalian melipat tangan. Selama perjalanan
yang rumit ini, denyutan ini pertama-tama mampir di sumsum tulang
belakang. Baru kemudian ia melanjutkan perjalanan ke bagian tubuh
terkait, tempat pesan otak disampaikan. Otot-otot tangan kalian
mengerut bersama-sama dan kalian pun melipat tangan. Semua kejadian
ini terjadi hanya dalam seperseribu detik saja. Jika kita andaikan
waktu yang dibutuhkan untuk menutup dan membuka mata kita secara
perlahan adalah satu detik, tentu bisa dipahami betapa pendeknya
seperseribu detik itu. Demikian pula halnya dengan denyutan yang
dikirim ke seluruh tubuh kita ke otak melalui syaraf. Dari setiap
bagian tubuh kita pesan-pesan dikirim ke otak kalian terus menerus
dan dalam kecepatan mengagumkan. Karena itu kalian bisa berjalan,
tertawa, berlari, mencicipi rasa es krim, bermain dengan anjing...
seluruh proses ini terjadi tanpa hambatan. Kalian melakukan semua ini
segera ketika kalian memikirkannya. Kalian melihat sebuah benda tepat
ketika kalian memandangnya, kalian mendengarkan kata-kata tepat
ketika kalian menyimaknya, dan merasakan apakah sebuah benda panas
atau dingin tepat ketika kalian menyentuhnya. Semua ini berkat
keselarasan yang sempurna antara otak dan sistem syaraf kalian.
Jelas,
impuls syaraf bekerja dalam tubuh kalian dalam waktu secepat itu
pula. Syaraf-syaraf di ujung jari kalian mengirimkan pesan ke otak
melalui berat buku yang sedang dipegang oleh tangan kalian, sehingga
kalian pun mengangkat buku dengan kekuatan yang sesuai dengan bobot
tersebut. Sementara itu, stimulus pun dikirimkan dari mata, hidung,
telinga, kaki, dan banyak lagi bagian dari tubuh kalian ke otak
kalian.
Otak
kalian memeriksa stimulus yang datang ini dan mengirimkan tanggapan
yang sesuai ke bagian tubuh kalian yang terkait, yang kemudian
bergerak menurut tanggapan ini. Sekarang, mari kita ingat lagi
seluruh kejadian ini. Banyak proses terjadi di dalam tubuh kalian
secara serentak. Kalian membaca buku dan pada saat bersamaan
mendengarkan musik dari dunia lain, merasakan bulu kucing yang lembut
ketika ia melewati kaki kalian, merasakan jus buah yang kalian minum,
jantung kalian tetap berdetak, dan banyak lagi tindakan yang terjadi
di tubuh kalian.
Apa yang
akan terjadi jika kalian harus mengendalikan semua ini dalam waktu
beberapa detik saja? Tentu kalian tidak akan mampu mengendalikannya
pada saat bersamaan. Namun, berkat penciptaan Allah yang sempurna,
otak dan bagian lain tubuh kalian bekerja bersama dan menyelesaikan
seluruh tugas ini tanpa memerlukan campur tangan kita. Seluruh jenis
informasi diantarkan dari tubuh ke otak dalam bentuk stimulus, yang
perlu ditafsirkan. Barulah kalian bisa merasakan lembutnya bulu
anjing, sejuknya angin, rasa jus buah, bau kentang goreng. Jadi,
mungkinkah otak kalian, yang hanya sebungkah daging seberat tak lebih
dari 1,5 kilogram, melakukan semua ini sendirian? Berkat penciptaan
sempurna dari Allah, otak kalian bisa melakukan seluruh proses ini
pada saat bersamaan.
